Gejala Gangguan Kecemasn atau Anxiety

PokerPelangi Lounge – Gejala Gangguan Kecemasn atau Anxiety; Gejala fisik yang disebabkan oleh gangguan psikologis

seperti kecemasan memang tidak banyak dibahas. Pasalnya, gejala tersebut memang terlihat sepele jika dibandingkan dengan dampaknya

terhadap kondisi psikologis kita. Namun bukan berarti gejala fisik tersebut pantas untuk diabaikan, ya.

Jika terus diabaikan, gangguan kecemasan malah bisa membuat kita mengalami sakit fisik, lho!

Sudah banyak orang yang mengalaminya. Stres dan kecemasan yang berlebihan

membuat mereka mengalami sakit punggung, gangguan pencernaan, eksim, atau bahkan penyakit jantung.

Gejala Gangguan Kecemasn atau Anxiety

Jantung berdebar sangat kencang

Gejala yang paling umum dari gangguan kecemasan adalah detak jantung yang meningkat drastis

menurut National Institute of Mental Health (NIMH). Kenapa hal ini dapat terjadi?

Ternyata ketika kita sedang dilanda stres, otak mengeluarkan hormon bernama adrenalin dan kortisol.

Keduanya dikenal bisa merangsang reseptor pada jantung dan memacunya lebih cepat. Poker Online

Otot tegang dan kaku

Kecemasan yang kamu rasakan juga memengaruhi otot, terutama yang tersambung dengan alat gerak.

Pundak, lengan, punggung, kaki, dan leher terasa sakit dan kaku. Bukan hanya itu,

kita juga cenderung mengepalkan tangan dan menggertakkan gigi. Hal ini akan memicu ketegangan otot lengan dan rahang.

Napas jadi pendek-pendek

Napas tersengal-sengal adalah gejala gangguan kecemasan berikutnya. Bagaimana gejala ini bisa terjadi?

Saat stres, jantung yang berdetak kencang memompa darah ke seluruh tubuh.

Paru-paru harus bisa mengimbanginya dengan menangkap oksigen sebanyak mungkin.

Hasilnya, napas pun menjadi pendek-pendek. Padahal cara tersebut justru semakin meningkatkan kecemasan kita.

Perut bermasalah

Saat kita merasa cemas dan gelisah, perut juga ikut bereaksi. Bahkan bisa dibilang, Agen BandarQ

organ tersebutlah yang paling terdampak. Kamu akan merasakan sakit, konstipasi, diare, atau kembung.

Menurut studi yang diterbitkan oleh PubMed Central tahun 2015, ini dapat terjadi karena tubuh kita memiliki gut-brain axis,

sistem komunikasi yang menghubungkan saraf dengan pencernaan. Ketika otak merasakan stres,

maka gut-brain axis akan mengirimkan sinyal ke organ-organ di dalam perut kita.

Sumber : Poker Pelangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *