Gejala TBC Paru yang Sering Diabaikan

PokerPelangi Lounge – Gejala TBC Paru yang Sering Diabaikan; Penyakit TBC (tuberculosis) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis.

Penyakit TBC menular melalui percikan dahak dari penderita saat bersin atau batuk.

Bakteri TBC masuk melalui paru-paru namun tidak selalu menimbulkan gejala. Bakteri tersebut bisa hanya berdiam di paru-paru,

yang disebut fase laten. Jika daya tahan tubuh penderita menurun maka bakteri bisa menjadi aktif dan menimbulkan gejala.

TBC tidak hanya menyerang paru-paru. Bakteri TBC yang masuk melalui pernapasan bisa menyebar melalui pembuluh darah

atau saluran limfa sehingga menyebabkan penularan pada organ lain seperti kelenjar getah bening, usus, tulang, kulit, bahkan otak.

Banyak orang yang tidak menyadari terkena TBC karena gejalanya yang mirip dengan penyakit flu biasa. Poker Online

Padahal TBC masih menduduki peringkat 10 besar sebagai penyebab kematian di dunia.

Sehingga perlu mengenali gejala TBC agar bisa segera ditangani. Berikut beberapa gejala TBC yang harus diwaspadai.

Gejala TBC Paru yang Sering Diabaikan

Batuk

Pada umumnya TBC paru akan menimbulkan gejala berupa batuk berdahak yang lebih dari 3 minggu.

Percikan dahak inilah yang bisa menularkan kuman ke orang lain. Namun pada beberapa orang gejala batuk ini hilang timbul

dan tidak banyak dahak yang keluar sehingga sering disalahartikan sebagai batuk biasa. Jika sudah parah, batuk bisa disertai dengan keluar darah.

Demam

Gejala awal dari infeksi bakteri adalah terjadinya demam, begitu juga dengan infeksi TBC. Agen BandarQ

Demam pada TBC tidak terlalu tinggi, seringnya terjadi pada malam hari dan kadang penderita sampai menggigil.

Demam bisa berlangsung lama, lebih dari 2 minggu. Demam yang terjadi kadang hilang timbul sehingga tidak terlalu dihiraukan oleh penderita.

Gejala demam dan batuk yang hilang timbul sering dianggap sebagai penyakit flu biasa.

Nafsu makan dan berat badan turun

Infeksi bakteri Tuberculosis akan membuat penderita kehilangan nafsu makannya.

Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama maka berat badan akan ikut turun.

Selain itu tubuh juga membutuhkan energi lebih banyak saat sakit sehingga berat badan akan semakin turun.

Sumber : Poker Pelangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *