PokerPelangi – Cangkir Kopi Sehari, Bukan rahasia, berbagai senyawa dalam kopi bisa mencegah berbagai penyakit. Sebagai senyawa utama dalam kopi, kafein bukan hanya bisa membuat mata melek, melainkan juga bisa meningkatkan kesehatan tubuh.

Cangkir Kopi Sehari Kurangi Risiko Rusak Ginjal

Mari simak studi selengkapnya!

1. Libatkan belasan partisipan

Cangkir Kopi Sehari

Kopi diketahui memang baik untuk ginjal. Oleh karena itu, para peneliti Amerika Serikat (AS) ingin mengetahui bagaimana konsumsi kopi bisa memengaruhi risiko gagal ginjal akut pada peminumnya.

Cangkir Kopi Sehari Kurangi Risiko Rusak Ginjal

Mengambil data studi Atherosclerosis Risk in Communities (ARIC), penelitian yang dimuat dalam jurnal Kidney International Reports pada Mei 2022 ini awalnya melibatkan 15.792 partisipan berusia 45–64 tahun. Direkrut pada 1987–1989, penelitian ini akhirnya melibatkan 14.207 partisipan setelah diseleksi lebih ketat.

2. Temuan penelitian tersebut

Totalnya, mereka menemukan bahwa:

  • Sebanyak 27 persen partisipan tidak pernah minum kopi.
  • Sebanyak 14 persen partisipan minum < 1 cangkir/hari.
  • 19 persen partisipan minum 1 cangkir/hari.
  • 23 persen partisipan minum 2–3 cangkir/hari.
  • Sebanyak 17 persen partisipan minum > 3 cangkir/hari.

Kemudian, para peneliti memantau para partisipan selama 24 tahun untuk insiden rawat inap karena gagal ginjal akut.

3. Konsumsi kopi 2–3 cangkir/hari cegah gagal ginjal akut

Para peneliti kemudian menemukan bahwa konsumsi kopi menguntungkan para peminumnya.

Penelitian bertajuk “Coffee Consumption May Mitigate the Risk for Acute Kidney Injury” ini menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi 2–3 kopi adalah yang paling merasakan manfaat kopi untuk ginjal.

4. Penelitian lain mengenai ginjal dan kopi

Dalam studi tersebut, para peneliti memberikan beberapa penjelasan mengenai kenapa kopi bisa bermanfaat mengurangi risiko gagal ginjal akut. Salah satunya adalah karena senyawa bioaktif pada kopi. Senyawa-senyawa tersebut meningkatkan perfusi dan pemanfaatan oksigen di ginjal.

Kedua peneliti dalam penelitian tersebut, Dr. Kalie L. Tommerdahl dan Dr. Chirag Rohit Parikh, ternyata sempat melaksanakan studi lain sebelumnya.

“Sementara kami dapat menganalisis fungsi intrarenal pada remaja dengan diabetes tipe 1, kami tak melihat perbedaan [fungsi ginjal] setelah konsumsi kopi jangka pendek,” tulis Dr. Kalie dan Dr. Chirag.

Dokter Kalie dan Chirag menyimpulkan pada akhirnya bahwa studi ini memiliki sampel kecil. Oleh karena itu, butuh penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek protektif kopi terhadap ginjal dalam cakupan yang lebih besar dan durasi yang lebih lama.

5. Kelemahan studi tersebut

Dokter Kalie dan Chirag mengatakan bahwa kelemahan fatal dalam penelitian tersebut adalah penggunaan kuesioner frekuensi makanan. Metode ini lebih mengandalkan ingatan para partisipan sehingga memengaruhi akurasi, padahal pengukuran langsung konsumsi kopi kemungkinan besar lebih akurat.

“Tambahan susu, setengah krimer dan setengah susu, krimer, gula, dan pemanis juga bisa memengaruhi hasil, sehingga harus diteliti lebih dalam,” tulis Dr. Kalie dan Dr. Chirag.

Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa teh dan soda yang juga mengandung kafein juga bisa memengaruhi hasil penelitian. Keterbatasan lainnya adalah pencantuman insiden gagal ginjal akut yang terbatas pada kasus rawat inap.

Pada akhirnya, penelitian ini ada sebagai bukti bahwa konsumsi kopi baik untuk ginjal. Berapa takarannya?

Kabar baiknya, takaran tersebut setidaknya masih masuk ke pedoman BPOM AS (FDA) mengenai rekomendasi asupan kafein, 400–500mg/hari (4–5 cangkir kopi). Akan tetapi, pastikan kamu tak sensitif terhadap kafein, dan jangan terlalu berlebihan atau kamu malah merasakan efek negatif, bukan positif! PokerPelangi

BACA JUGA : Terlalu Sering Menggunakan Sex Toys, Baca Ini !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *